Banyak orang menyimpan uang tanpa tahu apakah jumlahnya sudah cukup. Hitung target, lihat gap-nya, dan dapatkan strategi yang tepat.
Dipandu langsung oleh Antonius Putu Satria, agen resmi Allianz bersertifikasi AASI & AAJI
Karyawan: 3-6 bulan pengeluaran
Wiraswasta: 6-12 bulan pengeluaran
Simpan di instrumen likuid
Langkah 1 / 5, Profil
Kenalan dulu, yuk
Ini menentukan berapa bulan pengeluaran yang direkomendasikan
💡 Isi pengeluaran bulanan rata-rata. Semakin akurat angkanya, semakin tepat target dana daruratmu.
Makan, listrik, air, transportasi, komunikasi
Rp
KPR, kendaraan, kartu kredit, pinjaman lain, isi 0 jika tidak ada
Rp
Hiburan, makan di luar, langganan, perawatan diri
Rp
Sekolah, les, susu, isi 0 jika tidak ada
Rp
Total Pengeluaran / Bulan
Rp 0
Tabungan, deposito, reksadana pasar uang yang bisa dicairkan kapan saja
Rp
Pilih semua yang sesuai
Tabungan bank
Deposito
Reksadana pasar uang
Rekening digital (Jago, Jenius, dll)
Belum ada / belum terpisah
Tidak / hanya saya
Ya, pasangan bekerja
Ya, ada passive income
Belum ada proteksi
BPJS Kesehatan saja
Asuransi kesehatan swasta
BPJS + asuransi swasta
Sangat stabil, gaji tetap tiap bulan
Cukup stabil, kadang ada variasi
Tidak tentu, proyek / musiman
Pilih semua yang terlintas
Tidak bisa bayar cicilan
Biaya RS mendadak
Kehilangan pekerjaan
Kebutuhan keluarga terganggu
Tidak ada penghasilan sementara
Kalkulator ini bersifat edukatif. Angka yang ditampilkan adalah estimasi dan bukan nasihat keuangan resmi. Untuk perencanaan finansial yang akurat, konsultasikan dengan konsultan profesional.
Pertanyaan Seputar Dana Darurat
Dana darurat yang tercampur dengan tabungan biasa sangat mudah terpakai untuk hal lain. Rekening terpisah menciptakan batas psikologis yang kuat, idealnya di bank berbeda tanpa kartu debit, atau di reksadana pasar uang yang memerlukan langkah pencairan.
Tidak. Dana darurat harus bisa dicairkan kapan saja tanpa risiko nilai turun. Saham atau reksadana saham bisa turun 30-50% dalam waktu singkat. Gunakan tabungan, deposito on-call, atau reksadana pasar uang yang likuid dan aman.
Tidak bisa. Dana darurat melindungi dari pengeluaran tak terduga berskala kecil-menengah. Satu kejadian besar seperti sakit kritis, kecelakaan parah, atau meninggal dunia bisa membutuhkan ratusan juta hingga miliaran rupiah, jauh melampaui dana darurat siapapun. Keduanya saling melengkapi, bukan menggantikan.
Sekarang, apapun kondisinya. Mulai dari yang kecil, bahkan Rp 100.000 per bulan jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Targetkan dulu 1 bulan pengeluaran, lalu tingkatkan bertahap. Sambil membangun dana darurat, proteksi dasar seperti BPJS dan asuransi jiwa term tetap perlu dimiliki.
Setelah dana darurat mencapai target, prioritas berikutnya: (1) pastikan asuransi jiwa dan kesehatan sudah memadai, (2) mulai investasi jangka panjang untuk pensiun atau pendidikan anak, (3) lunasi utang berbunga tinggi. Urutannya bisa berbeda tergantung kondisi masing-masing, diskusikan dalam konsultasi gratis.