Kalkulator Gratis · Tanpa Daftar · 3 Menit

Dana Pensiunmu Sudah Cukup?

Banyak orang menyadari kekurangan dana pensiun terlalu terlambat. Hitung kebutuhanmu sekarang, lihat gap-nya, dan ketahui berapa yang harus disisihkan setiap bulan.

Dipandu langsung oleh Antonius Putu Satria, agen resmi Allianz bersertifikasi AASI & AAJI

Mulai lebih awal = kontribusi lebih kecil
Inflasi Indonesia ~6% / tahun
BPJS TK saja tidak cukup
Langkah 1 / 5, Profil
Kenalan dulu, yuk

Kalkulator ini bersifat edukatif. Asumsi return investasi adalah ilustrasi dan bukan jaminan. Hasil aktual dapat berbeda tergantung kondisi pasar. Bukan merupakan nasihat investasi atau keuangan resmi. Konsultasikan dengan profesional untuk perencanaan yang akurat.

Pertanyaan Seputar Dana Pensiun

Dana pensiun ideal tergantung gaya hidup yang diinginkan, usia pensiun, dan harapan hidup. Rumus sederhana: kebutuhan bulanan saat pensiun × 12 × jumlah tahun pensiun. Karena inflasi Indonesia sekitar 6% per tahun, kebutuhan riil di masa depan jauh lebih besar dari nilai hari ini. Kalkulator ini membantu kamu memperhitungkan faktor-faktor tersebut.
Sedini mungkin, idealnya sejak mulai bekerja di usia 20-an. Efek compounding bekerja secara eksponensial: menabung Rp 1 juta per bulan mulai usia 25 menghasilkan dana akhir yang jauh lebih besar dibanding Rp 3 juta per bulan mulai usia 40. Menunggu 10 tahun saja bisa melipatgandakan jumlah kontribusi bulanan yang dibutuhkan.
Umumnya tidak cukup. Manfaat pensiun BPJS TK bersifat terbatas, bergantung pada besaran iuran dan masa kerja. BPJS TK sangat baik sebagai jaring pengaman dasar, tapi sebagian besar perencana keuangan merekomendasikannya sebagai komplemen, bukan pengganti perencanaan pensiun mandiri.
Aturan umum adalah 10-15% dari penghasilan per bulan. Tapi angka ini sangat bergantung pada usia saat mulai, target usia pensiun, dan gaya hidup yang diinginkan. Jika mulai terlambat atau target pensiun dini, mungkin perlu menyisihkan 20-30%. Kalkulator ini memberikan angka spesifik sesuai profilmu.
Unit link adalah produk asuransi jiwa yang sebagian preminya untuk proteksi dan sebagian dialokasikan ke reksa dana, dengan dua lapis biaya, yaitu biaya asuransi dan biaya pengelolaan investasi. Karena itu, unit link lebih tepat dilihat sebagai cara mendapatkan proteksi jiwa, bukan sebagai kendaraan utama untuk investasi. Untuk pertumbuhan dana pensiun, kebanyakan perencana keuangan menyarankan investasi terpisah di instrumen yang bisa kamu pantau sendiri, seperti reksa dana atau saham. Penjelasan lengkap tersedia dalam konsultasi gratis.