Petakan pengeluaranmu sekarang per kategori, lihat bagaimana inflasi mengubah angkanya, dan ketahui total dana yang dibutuhkan untuk mencapai kebebasan finansial.
Dipandu langsung oleh Antonius Putu Satria, agen resmi Allianz bersertifikasi AASI & AAJI
Berbasis aturan penarikan 4%
Inflasi Indonesia ~5% / tahun
Breakdown per kategori
Langkah 1 / 6, Profil
Kenalan dulu, yuk
💡 Ini pengeluaran wajib bulanan, hal yang harus tetap dibayar apapun kondisinya.
Termasuk masak di rumah, makan di luar, dan kebutuhan dapur
Rp
Bensin, ojek online, transportasi umum, parkir, dan perawatan kendaraan
Rp
Listrik, air, gas, dan perawatan rutin rumah
Rp
Pulsa, kuota internet, dan langganan digital seperti streaming atau cloud
Rp
Total Kebutuhan Harian
Rp 0
per bulan
💡 Ini pengeluaran gaya hidup, hal yang bisa disesuaikan jika perlu berhemat.
Nongkrong, ngopi, nonton, dan aktivitas santai lainnya
Rp
Belanja pribadi, self reward, dan pengeluaran untuk hobi
Rp
Anggaran liburan setahun, dibagi rata menjadi per bulan
Rp
Total Gaya Hidup
Rp 0
per bulan
Pilih semua yang relevan
Pernikahan
Rumah Tangga Baru
Pendidikan Anak
Dana Orang Tua
Cicilan KPR / Kendaraan
Belum ada
Cicilan atau tabungan rutin yang sudah dialokasikan untuk rencana besar tersebut, isi 0 jika belum ada
Rp
💡 Asumsi ini menentukan hasil proyeksi. Nilai default sudah disesuaikan dengan kondisi Indonesia.
Digunakan sebagai gambaran berapa lama dana perlu mencukupi
4%
5%
6%
8%
Persentase dana yang ditarik setiap tahun setelah target tercapai
3% (Konservatif)
4% (Standar)
5% (Agresif)
ⓘ Aturan penarikan mengasumsikan dana investasi ditarik bertahap setiap tahun tanpa membuatnya habis dalam jangka panjang. Semakin kecil persentase yang dipilih, semakin besar dana yang dibutuhkan, tapi semakin aman jangka panjangnya.
Kalkulator ini bersifat edukatif. Asumsi inflasi dan tingkat penarikan adalah ilustrasi dan bukan jaminan. Hasil aktual dapat berbeda tergantung kondisi ekonomi. Bukan merupakan nasihat investasi atau keuangan resmi. Konsultasikan dengan profesional untuk perencanaan yang akurat.
Pertanyaan Seputar Proyeksi Pendapatan
Proyeksi pendapatan adalah perhitungan berapa besar kebutuhan bulanan di masa depan setelah memperhitungkan inflasi. Ini penting karena nilai uang hari ini akan jauh berkurang dua puluh sampai tiga puluh tahun lagi, jadi target dana yang disiapkan harus disesuaikan, bukan memakai angka pengeluaran hari ini apa adanya.
Aturan ini menyarankan menarik sekitar 4 persen dari total dana investasi setiap tahun saat pensiun atau bebas finansial, supaya dana tersebut punya peluang besar untuk bertahan dalam jangka panjang tanpa habis. Aturan ini berasal dari riset klasik yang mempelajari data pasar historis selama puluhan tahun.
Karena harga barang dan jasa terus naik setiap tahun. Jika target dana dihitung memakai nilai pengeluaran hari ini tanpa penyesuaian inflasi, dana yang disiapkan akan jauh kurang saat benar benar dibutuhkan nanti.
Kalkulator Dana Pensiun menghitung dana pensiun lengkap dengan proyeksi investasi yang sudah berjalan dan gap yang perlu ditutup. Kalkulator Proyeksi Pendapatan ini fokus membantu memetakan pengeluaran per kategori sekarang, lalu memproyeksikan kebutuhan bulanan dan total dana yang dibutuhkan di masa depan berdasarkan gaya hidup saat ini.
Inflasi tahunan Indonesia secara historis berada di kisaran tiga sampai enam persen, jadi asumsi lima persen adalah titik tengah yang cukup realistis untuk perencanaan jangka panjang. Untuk tingkat penarikan, empat persen adalah patokan konservatif yang umum dipakai, meski angka yang lebih rendah seperti tiga persen bisa dipilih untuk profil yang lebih hati hati.