Hitung BMI (Body Mass Index)
Masukkan berat dan tinggi badan kamu. Hasil pakai kategori Asia-Pasifik, lebih sesuai untuk tubuh orang Indonesia dibanding standar WHO umum.
Cek status berat badan kamu dalam sekejap
Masukkan berat dan tinggi badan kamu. Hasil pakai kategori Asia-Pasifik, lebih sesuai untuk tubuh orang Indonesia dibanding standar WHO umum.
BMI (Body Mass Index) adalah cara paling cepat dan murah buat tahu apakah berat badan kamu sudah proporsional dengan tinggi badan. Dokter, puskesmas, sampai perusahaan asuransi pakai angka ini sebagai skrining awal, sebelum masuk ke pemeriksaan yang lebih detail.
Mengukur BMI secara rutin membantu kamu mendeteksi tren berat badan lebih awal, sebelum jadi masalah kesehatan serius seperti diabetes tipe 2, hipertensi, atau gangguan sendi akibat kelebihan beban tubuh. Angka ini juga jadi acuan awal sebelum kamu menyusun rencana diet lewat kalkulator defisit kalori.
Catatan penting, BMI punya keterbatasan. Ia tidak membedakan berat dari otot dan berat dari lemak, jadi atlet dengan massa otot besar bisa saja "terbaca" overweight padahal lemak tubuhnya rendah. Tetap gunakan BMI sebagai indikator awal, bukan satu-satunya patokan.
Rian, tinggi 170 cm, berat 60 kg. BMI-nya 20,8, masuk kategori Normal (rentang sehat 18,5-22,9). Rentang berat ideal untuk tinggi badannya ada di 53,5-66,2 kg, jadi Rian tidak perlu diet ketat, cukup jaga pola makan dan tetap aktif.
Bandingkan dengan Sari, tinggi 158 cm, berat 68 kg. BMI-nya 27,2, masuk kategori Obesitas tingkat I. Rentang ideal untuk tinggi badannya adalah 46,2-57,2 kg, artinya ada baiknya Sari mulai hitung defisit kalori yang aman dan konsultasi ke tenaga medis.